Cerita Kamen Rider Build Episode 10

Teknologi Penghancuran


Informasi Produksi 
Tayang tanggal 12 November 2017
Durasi 23 mn 32 s
Skenario ditulis oleh Shogo Muto
Disutradarai oleh Kyohei Yamaguchi

Pada episode sebelumnya Pak Gentoku memerintahkan untuk mengambil kotak pandora dari laboratorium. Perintah itu di serahkan kepada Blood Stark untuk mengeksekusinya. Semua ini berguna untuk menyulut api peperangan dengan negara sebelah. Pak Kuwata diberikan tugas untuk mengalihkan perhatian Sento agar menjauh dari laboratorium. Pak Eita diperintahkan untuk membuka semua pengamanan yang berada di laboratorium. Rencana pencurian ini berjalan dengan lancar. Pak Kuwata juga berkata kepada Build bahwa Katsuragi Takumi  masih hidup. Para petinggi dari setiap wilayah telah datang untuk melihat kotak pandora. Sementara itu Blood Stark juga telah memasuki wilayah laboratorium. Apa yang akan terjadi selanjutnya ? Kita lanjutakan saja pada episode kali ini yang berjudul "Teknologi Penghancuran".


Banjou masih penasaran dengan Katsuragi, dia melihat ulang lagi data video milik Katsuragi. Banjou masih sulit untuk mempercayai teknologi yang diciptakan oleh Katsuragi. Banjou teringat ucapan Misora tentang "Sento yang memercayai kekuatan ilmu pengetahuan". Sento tidak menyalahkan Katsuragi Takumi. Sento ingin melakukan sesuatu agar ilmu itu bisa digunakan untuk hal yang lebih bijak. Baru juga berpikir dan galau, ada telepon. Telepon itu berasal dari Sento. Sento memberitahu bahwa laburatorium diserang oleh Faust. Sento telah terjebak recana mereka dan dirinya jauh dari laboratorium. Sento meminta Banjou untuk segera menuju laboratorium.


Sementara itu di laboratorium, Para menteri telah siap untuk membuka pelindung dari kotak pandora. Pelindung kotak pandora itu memiliki 3 kunci yang dibawa oleh setiap perdana mentri tiap bagian. Para mentri intu terpukkau dengan kotak pandora dan kekuatan yang dimilikinya. Pak Masakuni tidak percaya bahwa kotak sekecil ini memiliki kekuatan yang yang besar bahkan bisa di bilang sebenar dunia ini. Baru juga dibuka eh ada alarm peringatan yang berbunyi. Serangan dari Blood Stark telah dimulai. Blood Stark memerintahkan Pak Eita untuk membuat pelindung di dekat kotak pandora agar para petinggi terkunci disana. Nariaki berkata kepada semua pentinggi bahwa kita tidak bisa keluar dari sini. Pak Masakuni menjadi binggung apa yang terjadi saat ini. Beliau juga penasaran siapa yang melakukan semua ini. Blood Stark bergegas menuju tempat para Perdana Mentri itu. Dalam perjalanan ke sana, Blood Stark dihadang oleh beberapa robot penjaga dan pasukan penjaga. Blood sedikit berkata bahwa dirinya tidak menerima perintah dari siapapun. Blood Stark lalu menjentik kan jari dan mengubah robot penjaga milik laboratorium menyerang para pasukan khusus pemerintah Touto. Tanpa belas kasihan, robot itu menembaki pasukan khusus. Pasukan Khusus Touto lalu muncur karena diserang oleh robot penjaga. Salah satu pasukan binggung kenapa robot penjaga itu menyerang dirinya dan rekannya.

Entah dilokasi mana, Pak Nanba menceritankan sesuatu kepada Mbak Sawa. Cerita itu tentang robot penjaga yang dimiliki oleh Pemerintah Touto. Robot penjaga yang diciptakan bisa berubah menjadi robot Faust jika diberikan suatu sinyal tertentu. Awal penciptaan robot itu memang dibuat sebagai mesin pembunuh untuk para pelaku kejahatan. Mbak Sawa lalu bertanya apakan Pemerintah Touto memang tak punya kuasa ? Iya kata Pak Nanba. Pak Nanba juga berkata bahwa sekalinya kotak pandora di curi Hokuto dan Seito tidak akan diam saja. Seharusnya mereka mulai menyiapkan tenaga untuk berperang. Mbak Sawa lalu berpikir bahwa Pemerintah Touto yang mencintai perdamaian terpaksa akan menggunakan Rider System untuk menjaga diri.



Kembali lagi ke laboratorium, dilokasi sudah ada Pak Gentoku yang melihat situasi penyerangan di dalam laboratorium. Semua pasukan khusus menjadi panik karena para robot penjaga mulai menyerang mereka. Telah banyak korban terluka akibat serangan mereka. Beberapa lantai penjagaan juga telah tumbang. Pak Gentoku memerintahkan untuk menjaga para mentri apapun yang terjadi kepada para pasukan khusus Touto. Sementara itu Banjou yang menyamar menjadi salah satu peneliti dari laboratorium mencoba masuk ke dalam. Tetapi ada salah satu penjaga yang tidak mengijinkan Banjou untuk masuk. Banjou ingin masuk kedalam karena ada barangnya yang ketinggalan. Pasukan penjaga itu melarangnya karena situasi didalam terlalu berbahaya dan memintanya untuk mengungsi. Banjou lalu meminta sedikit bantuan kepada penjaga itu. Lima menit saja kata Banjou. Penjaga itu lalu mengikutinya. Ealah, Banjou mengambil pakaian dari penjaga itu agar bisa masuk ke dalam laboratorium.

Tirai pelindung di dekat kotak pandora terbuka. Blood Stark lalu datang dihadapan para perdana mentri itu. Pasukan yang melindungi Para perdana mentri langsung diberi serangan khusus oleh Blood Stark. Rasanya penjaga itu terkena serangan racun yang dimiliki oleh Blood Stark yang mengakibatkan mereka langsung lenyap. Blood Stark memberikan ucapan kepada Para perdana mentri yang telah berkumpul. Blood Stark datang untuk mengambil Kotak Pandora. Ibu Yoshiko mengatakan bahwa Blood Stark itu adalah monster dan bertanya siapakah dirinya ? Tanpa menjawab dengan kata-kata, Blood Stark lalu menodongkan senjatanya ke arah Ibu Yoshiko. Ibu Yoshiko langsung terdiam dan semua perdana mentri terkejut. Tiba-tiba Blood Stark menembak ke arah kamera pengawas. Hal ini membuat Pak Gentoku tidak bisa melihat keadaan di sekitar kotak pandora. Hal ini membuat Pak Gentoku sedikit kesal. Tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti Blood Stark berhasil membawa Kotak Pandora.



Saat Blood Stark ingin pergi keluar dari Laboratorium, dirinya dihadang oleh Banjou. Blood Stark terkesan bahwa buronan berani juga menyelinap ke kantor pemerintahan. Sebuah pujian untuk Banjou yang memiliki nyali yang besar. Tanpa banyak bicara Banjou lalu menyerang ke arah Blood Stark. Banjou harus menghadapi beberapa robot penjaga dulu sebelum bisa menghadapai Blood Stark. Dengan bantuan kekuatan botol naga Banjou mengalahkan para robot penjaga itu satu per satu. Saat Blood Stark ingin menghadapi Banjou, Pak Eita memberikan bantuan agar dirinya saja yang menghdapai Banjou. Blood Stark lalu mengubah Pak Eita menjadi Smash. Banjou ingin mengejar Blood Stark tetapi dihalangi oleh Smash. Terpaksa deh Banjou harus melawan Smash itu terlebih dahulu. Beberepa pukulan awal dari Banjou tidak berpengaruh terhadap Smash. Ini membuat Banjou semakin bersemangat untuk mengalahkannya.

Blood Stark telah berada di atap gendung laboratorium. Tiba-tiba terdengar suara tentang rute keluar yang berbeda dari rencana ? Ternyata suara itu adalah dari Pak Gentoku. Blood Stark berkata hanya nyasar saja. Pak Gentoku lalu berkata sampai menembaki semua kamera pengawas dan menyembungikan sosok sendiri ? Pak Gentoku menganggap Blood Stark lumayan licik. Pak Gentoku lalu berubah menjadi Night Rogue untuk mengambil kotak Pandora yang dibawa oleh Blood Stark. Bloodk Stark lalu bertanya jika dirinya menolak untuk mengembalikan ? Tanpa menjawab Night Rogue langsung menyerang Blood Stark. Pertarungan Blood Stark untuk kesekian kalinya. Night Rogue tidak akan mengampuni seorang penghianat. Padahal baru saja dimulai pertarungan antara Blood Stark dan Right Rogue, eh Banjou malah muncul. Banjou muncul dengan baju yang cukup tersobek-sobek. Rasanya Banjou berjuang dengan keras mengalahkan Smash.



Blood Stark terkejut melihat Banjou bisa mengalahkan Smash itu. Banjou tidak bisa mengambil inti smash nya jadi ya ditinggalkan begitu saja. Night Rogue sulit mempercayainya karena manusia bisa mengalahkan Smash. Sementara Blood Stark malah tertawa bahagia. Tanpa ragu Banjou lalu menyerang ke arah Blood Stark. Blood Stark bertanya apakah Banjou bisa menang melawannya disaat lukanya separah itu ? Sekali pukulan dari Blood Stark membuat Banjou terlempar. Baru juga mau menghabisi Banjou, Build datang untuk menolong. Build datang tepat waktu saat puncak dari pertarungan. Build meminta Banjou untuk menyerahkan sisanya kepadanya. Tetapi Banjou tidak terima. Jadi ya udah Build mengajak Banjou untuk menghadapi para penjahat itu secara bersama-sama. Pertarungan duel team lagi ini. Build menghadapi Night Rogue dan Banjou menghadapi Blood Stark.

Build menggunakan LionCleaner untuk menghadapi Night Rogue. Sudah berapa kali ya build melawan Night Rogue ? Banyak lah :p Blood Stark malah serang mendapat pukulan dari Banjou. Blood Stark masih belum merasakan apa-apa dari serangan dari Banjou. Blood Stark menganggap serangan Banjou tidak akan berarti baginya. Pelan-pelan serangan Banjou mulai memberikan dampak kepada Blood Stark. Blood Stark sedikit binggung kenapa serangan Banjou semakin berkembang. Satu pukulan dari Banjou bisa membuat Blood Stark terlempar dan cukup melukai tangannya. Blood Stark malah kegirangan karena Banjou telah mencapai Hazard level 3.0. AKhirnya Banjou bangkit dengan sempurna. Sementara itu Build mengganti ke bentuk FireHedgehog untuk memberikan serangan berikutnya kepada Night Rogue. Serangan ini membuat Night Rogue sedikit kualahan dan terpojok. Night Rogue terkunci akibat serangan duri dari Build.



Kali ini Banjou yang dibuat terpojok oleh Blood Stark. Blood Stark mulai serius menghadapi Banjou. Banjou menjadi kesulitan untuk melawan Blood Stark. Fokus Build pun menjadi pudar gara-gara melihat Banjou dalam bahaya. Karena Build lengah Night Rogue lolos dari kuncian dari Build. Sementara itu Blood Stark memberikan serangan Steam Shot ke arah Build. Night Rogue terkena dampak dari serangan dari Blood Stark. Botol yang di bawa Sento menjadi terlempar. Karena ini kesempatan yang bagus, Blood Stark segera membawa kotak Pandora kabur. Night Rogue sedikit marah kepada Blood Stark. Sebelum mengejar Blood Stark, Night Rogue mengambil botol-botol yang dimiliki oleh Sento. Sento mencoba mencegah Night Rogue untuk mengambili botol itu. Tetapi dalam bentuk manusia, Sento tidak bisa menghadapi Night Rogue dengan baik. Jadi semua botol di ambil oleh Night Rogue. Night Rogue bertanya dengan botol ini Sento membunuh pacar Banjou kan ? Night Rogue jadi teringat tentang hal itu.

Di sisi lain Banjou terlihat sangat marah kepada Night Rogue. Tiba-tiba mini dragon milik Banjou datang menghampirinya. Banjou jadi teringat ucapan dari Misora bahwa drago itu dibuat Sento karena kwatir dengannya. Tugas Sento bukan sekedar membuktikan bahwa Banjou tidak bersalah tetapi juga membimbing dia ke jalan yang benar. Itu adalah penebusan dosa Sento karena telah membiarkan Kasumi meninggal. Banjou lalu meminta mini dragon itu memberikan botol naga kepada Sento. Mini naga itu lalu membawa botol naga ke arah Sento. Sebelum memberikan kepada Sento, Mini naga itu memberikan serangan kepada Night Rogue. Mini Dragon itu mendapatkan salah satu botol yang dibawa oleh Night Rogue. Semua botol lalu diberikan kepada Sento. Banjou meminta Sento untuk menyelesaikan sisanya.



Sento lalu menggunakan botol Dragon dan Lock untuk berubah menjadi Build. Ke dua botol itu ternyata Best Match. Bentuk baru dari Build muncul yaitu KeyDragon. Banjou sedikit heran karena ujung-ujungnya memilihkan Sento Best Match lagi. Banjou jadi teringat oleh Kasumi dan berterima kasih kepadanya. Build telah menemukan formula kemenangannya untuk mengalahkan Night Rogue. Lanjut lagi deh pertarungan Night Rogue melawan Build. Night Rogue semakin terpojok dengan serangan-serangan Build. Night Rogue juga heran dari mana kekuatan yang besar itu datang. Build berkata karena Banjou telah memberikan botol ini kepadanya maka dirinya harus menggunakannya dengan kekuatan penuh. Tanpa berlama-lama, Build mengerahkan serangan andalan nya ke Night Rogue. Serangan adalan dari Build cukup membuat Night Rogue terluka. Karena merasa dirinya telah kalah dan mendapatkan beberapa botol saatnya untuk kabur. Setelah mengalahkan Night Rogue, Build tidak bisa menahan kekuatan dari kombinasi botol tersebut. Kekuatan botol itu sangat besar ini membuat dampak negatif untuk tubuh Sento.

Sento lalu mengembalikan botol naga kepada Banjou. Banjou meminta Sento untuk segera pergi, karena ada hal yang harus dirinya lakukan. Banjou lalu berkata, kekuatan ilmu pengetahuan mau dipakai bagaimana, dirinya tidak terlalu mengerti. Tetapi dirinya percaya kepada Sento. Sento juga percaya terhadap Banjou. Banjou dan Sento terlihat bahagia karena saling percaya. Sento lalu bergegas pergi mengejar Blood Stark.



Blood Stark yang dalam perjalanan kabur bertemu dengan Smash yang dikalahkan oleh Banjou. Blood Stark heran kenapa Smash itu masih hidup. Blood Stark lalu menyerang Smash itu dengan Steam Break. Blood Stark lalu mengambil inti smash agar dia kembali ke wujud manusia. Sento berhasil mengejar Blood Stark dang melihat Pak Eita. Pak Eita lalu bertanya apakah Blood Stark itu adalah Katsuragi ? Sento sedikit terkejut dengan pertanyaan dari Pak Eita itu. Pak Eita berpikir bahwa Pak Katsuragi bukan orang yang bisa mati karena kejadian itu. Pasti ada alasan yang kuat kenapa masih berwujud seperti itu ? Blood Stark lalu berkata Katsuragi Takumi telah mati. Pak Eita berpikir bahwa Katsuragi pasti bisa memalsukan kematiannya sendiri dengan teknologi saat ini. Blood Stark lalu mendekati Pak Eita dan memberikan sebuah hadiah untuk beliau. Tiba-tiba wajah Pak Eita berubah menjadi Pak Kuwata. Hal ini membuat Sento sangat terkejut. Blood Stark menggunakan beberapa robot Faust untuk bergabung dan menjadikannya kendaraan.

Tidak semua botol telah diambil oleh Night Rogue, masih ada botol Rabbit Tank dan Lion yang dibawa Sento. Sento lalu mengejar Blood Stark yang kabur dengan robot Faust. Robot itu menyerang Build yang mengejarnya. Build mencoba menghindari serangan-serangan itu dan membalasnya. Build menyerang salah satu kaki dari robot itu dan menembakinya dengan cepat. Setelah beberapa saat robot itu terhenti, Build langsung menyerang bagian tengah yang menjadi ruang kendali Blood Stark. Robot itu pun meledak dan membuat Blood Stark terjatuh. Sento lalu bertanya apakah Blood Stark adalah Katsuragi Takumi ? Kenapa harus memalsukan kematiannya ? Kenapa menjebak Banjou ? Kenapa memberikan gas nebula ke dalam tubuh Sento ? Blood Stark lalu balik bertanya hanya itu saja kah yang mau di tanyakan, ahli fisika jenius ? Sento lalu bertanya lagi kenapa mendirikan Faust ? Menciptakan monstet seperti Smash ? Bukankah Rider System itu diciptakan hanya untuk sistem pertahanan ? Bukankah itu yang anda ciptakan demi masa depan umat manusia ? Sambil marah-marah Sento menceramahi Blood Stark. Sento juga berkata apakah anda lupa dengan tanggung jawab ilmuwan ?



Blood Stark lalu menjawab jangan salah sangka. Rider System pada dasarnya dibuat sebagai senjata militer untuk menumpahkan ribuan darah. Tanggung jawab ilmuwan itu hanya sebuah ego kata Blood Stark. Blood Stark juga berkata bahwa ilmu pengetahuan selalu berujung kehancuran. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, manusia menjadi semakin malas berkembang. Ekosistem terombang-ambing dan kehancuran dunia. Sento lalu membantah perkataan dari Blood Stark. Sento berpikir jika ilmu pengetahuan digunakan dengan bijak maka akan membawa kebahagian. Blood Stark bertanya kenapa Sento bisa seyakin itu ? Apakah Sento tidak pernah menyakiti orang lain ? Sento binggung menjawab pertanyaan dari Blood Stark itu. Tiba-tiba ada serangan mendadak dari belakang ke arah Sento. Sento menjadi pingsan akibat serangan itu. Serangan itu dilakukan oleh Night Rogue. Night Rogue bertanya kepada Blood Stark akan dibawa kemana kotak pandora itu ? Blood Stark dikepung oleh robot Faust dan Night Rogue. Blood Stark berkata sudah jelas kotak pandora itu akan dibawa ke mana. Tempat kita pulang hanya ada satu kata Blood Stark. Kotak Pandora itu lalu diberikan kepada Night Rogue.

Sementara itu di laboratorium, Ibu Yoshiko marah-marah karena kotak Pandora telah dicuri. Pak Masakuni juga menyalahkan Pak Taizen karena pencurian ini. Pak Taizen lalu akan bertanggung jawab tentang hal ini. Baru juga mau melanjutkan perkataannya Pak Taizen mendapatkan serangan jantung mendadak. Pak Taizen menjadi pingsan. Nariaki meminta tolong untuk segera memanggil ambulan untuk membawa Pak Taizen ke rumah sakit. Bukannya bersedih Nariaki malah terlihat senang melihat keadaan dari Pak Taizen. Sementara itu Misora sedang bersih-bersih ruangnya. Tak di duga Misora menemukan alat penyadap di ruangan. Siapa yang memasang alat itu di sana ? Hal ini membuat Misora sangat panik.



Night Rogue mengambil sisa botol yang masih berada di Sento. Sento yant telah sadar mencoba mengambil botol yang diambil oleh Night Rogue. Tanpa belas kasian, Night Rogue menendang Sento dan membuatnya pingsan lagi. Sento di tinggalkan begitu saja oleh Night Rogue dan Blood Stark. Pak Gentoku yang kembali ke laboratorium terlihat panik melihat Pak Taizen dibawa menuju ambulan. Pak Taizen memberikan amanah kepada Pak Gentoku untuk menjaga Touto hingga dirinya kembali. Nariaki meminta para perawat itu untuk segera membawa Pak Taizen ke rumah sakit. Bukannya Pak Gentoku sedih, eh ini malah terlihat senang banget mendapat amanat untuk mengurus Touto.

Mempunyai kekuatan yang besar juga membutuhkan tanggung jawab yang besar. Nah Banjou menggunakan botol naga buat berubah menjadi kamen rider ? Kemunculan pertama dari Kamen Rider Cross-Z. Banjou tidak akan kalah untuk saat ini. Kita tunggu saja episode minggu depan yang berjudul "Naga Membara".





Terima kasih kepada :
1. Terjemahan Bahasa Inggris dari Over-Time
2. Sumber lain : Kamen Rider Build Wikia
3. Tv Asahi : Youtube & Website
4. Youtube SpecialForm12

Comments